Semua orang pastilah menginginkan rezeki yang
berlimpah untuk mencukupi kebutuhan keluarga terutama bagi yang sudah menikah
atau membangun keluarga sendiri.
Namun, terkadang ada kalanya rezeki itu susah
dicari sehingga seorang suami tidak bisa sepenuhnya menenuhi kebutuhan untuk
istri dan juga anak-anaknya.
Mungkin kisah nyata berikut ini bisa menjadi
inspirasi bagi para suami yang menginginkan rezeki lebih untuk memenuhi
kebutuhan istri dan juga anak. Sebab kisah ini menceritakan tentang seorang
suami yang selalu mendapatkan rezeki melimpah dengan cara tidak menyakiti hati
istrinya.
Mau tau seperti apa kisahnya ? Yuk, langsung
aja kita simak ulasannya yang berikut ini, seperti dilansir Cerminan.com.
Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat
kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat padahal hari itu mata kuliah
favorit saya. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa
mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung.
Di tempat itu saya berkenalan dengan seorang
yang sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan
kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi manusia.
Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia
tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan
keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu
tercukupi tanpa kekurangan. Itulah misteri rejeki mas, Kata orang itu pada
saya.
Saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia
selalu berlimpah, jawaban dia terletak pada selalu bersyukur, dan terpenting
jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri. Itu wejangan yang
selalu diberikan oleh mertua saya, dan saya membuktikan sendiri sampai
sekarang, kata orang itu dengan wajah serius.
Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena
musibah sekalipun, kenikmatan yang akan kita terima akan ditambah oleh Allah.
Itu janji Allah, bukan main-main mas, kata orang itu. Janji Allah tentang
umatnya yang mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai kotbah atau
ceramah agama.
Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang
diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa
syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yang lupa
mensyukuri nikmat tersebut.
Berikutnya jangan sakiti istri kita. Inilah
poin yang saya pegang terus sampai sekarang. Pekerjaan seorang istri adalah
pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami,
melahirkan dengan taruhan nyawa.
Membesarkan anak dengan susah payah, terkadang
rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai
pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani
kebutuhan suami dan anak-anaknya. Dengan melihat beratnya tugas sang istri di
atas, tegakah anda menyakiti istri anda?
Menurut orang yang saya kenal tersebut, banyak
tidaknya rejeki yang dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada
sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan
istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti
banyak.
Sebaliknya jika saat berangkat mencari nafkah
dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil
apapun yang bisa dibawa pulang.
Kisah di atas mungkin
terkesan dibuat-buat, tetapi saya baru sadar dan merasakan sendiri saat saya
sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang
yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut.”
Perlu diingat buat suami, menyenangkan hati
istri sangatlah baik untuk suami. Selain akan melancarkan rezeki, juga dapat
membuat keharmonisan keluarga semakin bertambah.